Jakarta - Negara Indonesia yang berbentuk kepulauan membuat distribusi buku pelajaran mengalami kesulitan tersendiri. Terbatasnya buku di sekolah pelosok Indonesia diakui oleh para pengajar muda Indonesia Mengajar. Ijma Sujiwo yang mengajar di desa Belebak, Kalimantan Timur bercerita, “Sekolah saya tidak punya perpustakaan. Buku yang ada di sana masih dengan kurikulum 1999, itu pun hanya dimiliki oleh guru, murid belajar tanpa buku pelajaran!”
Sebaliknya, semangat anak-anak Indonesia untuk belajar ternyata sangat tinggi! Saktiana Dwi Hasti yang mengajar di dusun Limboro, Sulawesi Barat, bercerita, “Anak-anak itu punya semangat yang luar biasa. Saat bangun pagi-pagi, di depan rumah saya sudah ada anak-anak yang menunggu saya untuk berangkat ke sekolah!”. Semangat inilah yang membuat Kapal Api tergerak membantu.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar